3 Macam Konfigurasi Pesawat yang Penting untuk Diketahui

3 Macam Konfigurasi Pesawat yang Penting untuk Diketahui – Menaiki pesawat tentu aktivitas yang memudahkan transportasi kita, karena perjalanan dapat ditembuh dalam waktu lebih singkat. Namun apakah kamu tahu apa saja konfigurasi pesawat yang penting untuk menjamin keamanan perjalanan terbangmu? Ini dia macam-macam konfigurasi pesawat yang penting untuk diketahui.

1. Tipe Sayap
Tipe sayap seringkali digunakan untuk membedakan kelas pesawat. Ada beberapa tipe pesawat yang bisa dibedakan berdasarkan jumlah sayapnya, yaitu monoplane atau pesawat yang memiliki satu sayap di tiap sisi, biplane yakni pesawat yang memiliki dua sayap di tiap sisi, dan yang sangat jarang ditemukan yakni triplane, yakni jenis pesawat yang memiliki sepasang sayap tandem di tiap sisi dan satu sayap lagi yang terletak di depan kedua tandem sayap tersebut.

Beberapa pesawat memiliki sayap yang bisa diatur ketika terbang untuk menyesuaikan beragam angle kokpit. Hal ini disebut sayap variabel insiden (variable incidence wings). Ada pula variabel geometri sayap yang membuat pesawat mampu memvariasikan sapuannya di udara. kedua tipe pesawat ini sebagian besar ditemukan pada pesawat-pesawat militer, seperti halnya pesawat dengan sayap oblique, dimana sayap ini mampu menyapu kemiringan hingga 60 derajat.

2. Gear Takeoff dan Landing
Konfigurasi penting pesawat selanjutnya yang juga bisa digunakan sebagai kategorisasi pesawat adalah berdasarkan tipe gear yang digunakan untuk takeoff dan landing atau lepas landas dan pendaratan. Pada pesawat konvensional gear terdiri atas dua roda utama di bawah kokpit depan dan roda pembantu di belakang. Konfigurasi yang berbeda disebut dengan tricycle gear dengan roda tunggal dan dua roda utama di belakang. Sebuah pesawat yang memiliki dua penopang utama di dalam kokpit dan roda pelindung sayap dikatakan memiliki bicycle gear.

Pesawat besar seperti Boeing 747 memadukan berbagai roda yang diatur dalam banyak konfigurasi pada gear pendaratannya. Hal ini berfungsi untuk menyebarkan berat pesawat dan menopang kekosongan ruang pesawat.

3. Mesin Motor Bakar Torak
Mesin ini berfungsi untuk mengubah tekanan menjadi gerak melingkar menggunakan satu torak atau lebih atau piston yang bergerak. Seringkali piston ini digunakan untuk tipe-tipe pesawat kecil yang menggunakan piston internal-combustion. Ada beberapa tipe mesin berdasarkan pengaturan silindernya.
Pertama, mesin radial yang memiliki 5-28 mesin tergantung ukurannya. Mesin ini menaiki mengitari poros engkol. Ketika penggunaan tipe mesin piston lebih dominan, tipe mesin radial ini kemudian diproduksi secara terbatas.

Kedua, mesin rotary, yakni mesin yang memiliki propeller yang melekat pada permukaan silinder dan berotasi mengelilingi poros engkol. Mesin rotary modern kemudian diproduksi berdasarkan prinsip Wankel dalam hal mesin internal-combustion.

Itulah tiga bagian terpenting diantara banyaknya konfigurasi mesin pesawat yang penting untuk kamu ketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *