25/07/2021

Flightlevel350 – Situs Tentang Penerbangan dan Pesawat Terbaru dan Terlengkap

Flightlevel350 Memberikan Berita dan Informasi Tentang Penerbangan dan Pesawat Terbaru dan Terlengkap

10 Pemain dengan Raihan Kartu Merah Paling Banyak

www.flightlevel350.com10 Pemain dengan Raihan Kartu Merah Paling Banyak. Dalam sepak bola, dicetak aturan kartu merah untuk menghukum pemain yang menjalani pelanggaran ekstra supaya keluar dari arena performa. Sanksi satu ini terkadang mengubah keadaan performa. Skuat yang tanpa pemainnya dibikin kesusahan mengembangkan performa. Mereka akhirnya kalah secara menyakitkan.

Kadang saat sanksi kartu merah memicu perdebatan. Subjektivitas wasit terlalu menetapkan. Terkadang para pengadil dinilai begitu berlebihan mengusir satu pemain. Laga sebagai kerusakan mengingat jumlah pemain yang tidak seimbang.

Sejarah sepak bola diramaikan drama kartu merah kontroversial layaknya David Beckham yang diusir keluar lapangan di Piala Dunia 1998 mengingat aksi pura- pura jatuh berusaha mendapatkan perhatian midfielder Argentina, Diego Simeone, setelah mereka berdua bersinggungan gara- gara aksi kasar Diego.

Bagi pemain yang tidak banyak memperoleh sanksi kartu merah, sepertinya sulit mereka dipaksa keluar gelanggang saat laga berlangsung. Mereka ingin sanksi ini berubah, alhasil aksi mereka tidak habis lebih awal sebelum peluit panjang indikasi laga setelah dibunyikan. Namun harus diketahui ketegasan wasit begitu dibutuhkan untuk mencegah suatu laga sebagai brutal mengingat aksi kasar atau tidak layak satu pemain yang menghianati daya juang sportivitas.

Berikut 10 Pemain Kartu merah Terbanyak :

  1. Vinnie Jones( 12 kartu merah)

Vincent Peter Jones( lahir 5 Musim dingin 1965) ialah aktor, produser, penyanyi, presenter, dan eks pemain sepak bola profesional Inggris.

Jones tampil secara profesional sebagai midfielder bertahan selama dari 1984 sampai 1999, khususnya untuk Wimbledon, Leeds United, Sheffield United, Chelsea, dan Queens Park Rangers. Dirinya juga tampil untuk dan sebagai kapten skuat nasional Welsh, melangkah kualifikasi lewat kakek dari Welsh. Dikenang sering bagus untuk waktunya di Wimbledon sebagai anggota krusial dari” Gang Gila” yang populer, dirinya memenangi Piala FA 1988 dengan skuat London, suatu tim yang dirinya mainkan lebih dari 200 laga sejauh kedua era antara 1986 dan 1998. Dirinya tampil 184 laga di Liga Liga Utama, di mana dia melesatkan 13 gol. Sepanjang berkarir, Jones memperoleh pamor untuk teknik performa yang begitu agresif dan tanpa kompromi secara fisik, membuat dirinya memperoleh citra” pemain ekstra” di dalam dan di luar lapangan.

Baca Juga: 7 Atlet Di Atas Usia 35 Tahun yang Masih Berkompetisi Di Level Teratas

Semenjak gantung sepatu dari sepak bola pada tahun 1998, Jones memanfaatkan citra kerasnya dan sekarang disebut sebagai satu aktor; dirinya kerap digambarkan sebagai penjahat dan preman yang kejam. Karier filmnya dimulai dengan Lock, Stock and Two Smoking Barrels( 1998) dan diteruskan dengan posisi dalam film layaknya Snatch( 2000), Gone in 60 Seconds( 2000), Mean Machine( 2001), dan Juggernaut di X- Men: The Last Stand( 2006) dan belum lama ini merampungkan pembuatan film di film anyar Savvas D. Michael The Bezonians menjalani posisi Willard Greb. Dia juga sempat bermain di televisi, yakni sebagai Sebastian Moran di Elementary dan Brick in Arrow.

  1. Mauricio Pochettino( 13 kartu merah)

Mauricio Roberto Pochettino Trossero (lahir 2 Maret 1972) ialah pelatih sepak bola profesional Argentina dan eks pemain yang saat ini sebagai manajer kepala tim Ligue 1 Paris Saint- Germain.

Pochettino tampil sebagai pemain bertahan tengah dan mengawali berkarir pada tahun 1989 dengan tim Primera División Newells Old Boys, memenangi title liga dan finis sebagai juara dua di Copa Libertadores 1992. Pada tahun 1994, pada umur 22, dia beralih ke tim La Liga yang anyar dipromosikan Espanyol, membawa menentukan status papan atas mereka dan memenangi Copa del Rey 2000, trofi pertama mereka dalam 60 tahun. Pada tahun 2001, dia pindah dengan tim Ligue 1 Paris Saint- Germain, dan pernah dengan Bordeaux, sebelum kembali ke Espanyol pada tahun 2004, memenangi Copa del Rey yang lain pada tahun 2006. Dirinya tampil 20 kali untuk skuat nasional Argentina dan tampil di Copa América 1999 dan Piala Dunia FIFA 2002.

Sesudah gantung sepatu sebagai pemain, Pochettino mengawali karier manajerialnya di Espanyol pada 2009. Dia pergi dari tim pada 2012 sesudah hasil negatif dan perselisihan finansial. Pada 2013, dia diangkat di tim Liga Liga Utama Southampton, unggul mereka ke posisi kedelapan pada musim 2013- 14- menyamai prestasi bergengsi mereka di Liga Liga Utama. Dirinya lantas meneken kontrak dengan Tottenham Hotspur pada 2014, finis sebagai juara dua liga pada musim 2016- 17 dan juara dua Liga Champions UEFA pada 2019, sebelum diberhentikan sesudah serangkaian hasil negatif. Pada 2021, dia kembali ke Paris Saint- Germain sebagai manajer kepala.

  1. Felipe Melo( 14 kartu merah)

Felipe Melo de Carvalho (lahir 26 Juni 1983), disebut sebagai Felipe Melo, ialah pemain sepak bola profesional Brasil yang tampil untuk dan kapten tim Brasil Palmeiras

Dirinya mengawali berkarir dengan skuat Campeonato Brasileiro Série A Italia Flamengo, Cruzeiro dan Grêmio, sebelum gabung ke Spanyol pada tahun 2005, di mana dirinya mewakili Mallorca, Racing Santander dan Almería di La Liga. Sesudah satu tahun di Fiorentina, dia meneken kontrak dengan Juventus senilai€ 25 juta pada 2009. Felipe Melo menjalani keempat musim di Galatasaray, tampil 154 total laga dan memenangi delapan penghargaan, salah satunya adalah tiga title Süper Lig. Sesudah pernah kembali ke Serie A Italia dengan Inter Milan, dia kembali ke Brasil pada 2017 dengan meneken kontrak dengan Palmeiras, di mana dia segera memenangi Campeonato Brasileiro Série A Italia pada 2018.

Felipe Melo ialah pemain timnas Brasil dari 2009 sampai 2010, menghasilkan 22 caps dan melesatkan kedua gol. Dirinya ialah bagian dari squad mereka yang memenangi Piala Konfederasi FIFA 2009 dan mencapai perempat final Piala Dunia FIFA 2010.

  1. Yannick Cahuzac (17 kartu merah)

Yannick Cahuzac (lahir di Ajaccio, 18 Musim dingin 1985,usia 36 tahun) ialah satu pemain sepak bola berkewarganegaraan Perancis yang tampil untuk tim Bastia biasa tampil pada peringkat midfielder.

Cahuzac mengawali karir juniornya di tim Gazélec Ajaccio dan SC Bastia lantas mengawali karir seniornya di tim tersebut. Cuma memperkuat Bastia semenjak perdana di skuat senior, saat ini Cahuzac diandalkan sebagai kapten skuat.

  1. Pablo Alfaro (18 kartu merah)

Pablo Alfaro Armengot (lahir 26 April 1969) ialah pensiunan pemain sepak bola Spanyol yang tampil sebagai pemain bertahan tengah, dan saat ini sebagai pelatih Córdoba CF.

Dalam berkarir, di mana dia mewakili enam tim- terutama Sevilla- ia mengoleksi total laga La Liga sebanyak 418 laga dan tujuh gol sejauh 15 musim, menyambut total 18 kartu merah dan dikeluarkan nyaris 30 kali.

Alfaro mengawali karier manajerialnya pada akhir tahun 2000- an.

  1. Paolo Montero( 21 kartu merah)

Rónald Paolo Montero Iglesias (lahir 3 September 1971) ialah pelatih sepak bola Uruguay dan eks pemain, yang tampil sebagai pemain bertahan tengah atau pemain bertahan kiri. Dirinya sempat sebagai manajer kepala Colón de Santa Fe dan Rosario Central, dan saat ini sebagai manajer kepala tim Serie C Italia, Sambenedettese.

Montero mengawali berkarir di Uruguay dengan Peñarol pada tahun 1990, sebelum gabung ke tim Italia Atalanta pada tahun 1992. Dia pindah dengan Juventus pada tahun 1996, di mana dia tinggal sampai tahun 2005, memenangi keempat title Serie A Italia, di antara trofi- trofi yang lain; dia lantas gabung ke tim Argentina San Lorenzo. Pada tahun 2006, dia beralih kembali ke Peñarol, di mana dia gantung sepatu pada tahun 2007. Di level timnas, dia mewakili skuat sepak bola nasional Uruguay di Piala Konfederasi FIFA 1997, di Piala Dunia FIFA 2002, dan di Copa América 2004.

Monetero juga mempunyai karir yang luar biasa dengan Uruguay, namun sempat menyambut 21 kartu merah, barangkali mengingat gayanya yang tanpa basa- basi yang terkadang menyusul batas kesopanan. Dirinya memang salah satunya adalah dalam kumpulan pemain bertahan yang bakal menyetop tim yang dihadapi dengan cara apa juga yang barangkali, adil atau tak adil.

  1. Alexis Ruano Delgado (22 kartu merah)

Alexis Ruano Delgado( lahir 4 Agustus 1985), disebut cuma sebagai Alexis, ialah pemain sepak bola Spanyol. Khususnya pemain bertahan tengah, dirinya juga mampu beroperasi sebagai pemain bertahan sayap.

Dirinya mengoleksi total 321 laga La Liga dan 17 gol sejauh 15 musim, mewakili di kompetisi Málaga, Getafe( kedua era), Valencia, Sevilla dan Alavés. Dirinya juga berkompetisi secara profesional di Turki dan Arab Saudi.

Baca Juga: Biography Pemain Basket Leborn James

Dirinya menjalani sebagain kiprahnya tampil di La Liga, menjalani 321 laga sejauh 15 musim. Dirinya juga tampil di luar negeri, dengan sejarah bencana di Besiktas diakhiri dengan tuduhan pengaturan laga. Sejauh ini dirinya memperoleh 22 kartu merah.

Karir klub

Málaga/ Getafe

Lahir di Málaga, Alexis pindah dengan Getafe CF dari Málaga CF sejauh 2006–07, senilai€ 2, 5 juta. Dirinya sudah tampil untuk tim Andalusia sejauh tiga tahun, sesudah menjalani sebanyak barangkali dengan tim- B, kedua di antaranya di kasta kedua; dia pertama kali keluar untuk squad inti yang belakangan pada tanggal 15 Februari 2004, tampil delapan menit dalam kemenangan markas 5- 2 kontra RCD Espanyol.

Valencia

Pada bulan April 2007, Valencia meneken Alexis dengan kesepakatan€ 6, 5 juta di Stadion Mestalla yang digelar sampai 2013, menundukkan persaingan dari Real Madrid. Sesudah menjalani sebagian besar petualangan menepi mengingat cedera lutut serius,

dia membawa skuat memenangi Copa del Rey, melesatkan gol dua dalam kemenangan 3- 1 atas eks tim Getafe di final, sesudah Juan Mata melesatkan gol pembuka.

Sevilla/ Getafe kembali

Pada 24 Agustus 2010, Alexis pindah dengan Sevilla FC senilai€ 5 juta, meneken kontrak enam tahun dengan Rojiblancos sebagai suksesor Sébastien Squillaci yang memiliki ikatan dengan Arsenal. Dirinya bermain dalam 21 laga liga di tahun kalinya( 26 secara keseluruhan) saat skuat finis di posisi ke- 5 dan melangkah ke Liga Eropa UEFA.

Beşiktaş

Pada 21 Musim dingin 2016, saat berumur 30 tahun, Alexis gabung ke luar negeri untuk pertama pertamanya, pindah dengan Beşiktaş J. K. di Lig Süper Turki senilai€ 2 juta. Sesudah tampil seri 3–3 kontra Akhisar Belediyespor pada tanggal 23 April, performanya yang negatif menyebabkan kritik dan tuduhan pengaturan laga.

Alavés

Pada 29 Juli 2016, Alexis kembali ke Spanyol dan skuat papan atas, meneken kontrak dengan tim yang anyar dipromosikan Deportivo Alavés. Dirinya melesatkan kedua gol dari 24 performa di musim kalinya, di posisi kesembilan akhirnya.

  1. Cyril Rool( 25 kartu merah)

Cyril Roo l(lahir 15 April 1975) ialah eks pemain sepak bola profesional Perancis yang tampil sebagai midfielder.

Karir Rool lahir di Pertuis, Vaucluse. Dia disebut mengingat cara bermainnya yang kokoh, yang diklaim dengan catatan 25 kartu merah dan 187 kartu kuning dalam berkarir sebelum musim 2009- 10, yang termasuk catatan di kejuaraan Perancis.

Sementara di Lens, dia tampil di final, saat mereka memenangi Piala Liga 1998- 99.

Pada 23 Juli 2009, Rool pindah dengan Olympique de Marseille, di mana dirinya merampungkan berkarir.

Disamping memperoleh 25 kartu merah sejauh kiprahnya, Cyril Rool juga memperoleh 187 kartu kuning. Nyatanya, apabila Anda google Cyril Rool, saran pertama ialah kartu merah Cyril Rool.

Midfielder kokoh tampil untuk beberapa tim ternama Perancis salah satunya adalah Marseille dan sempat mencapai final Piala Perancis. Jelas jadi, Rool tak selalu tampil tepat aturan dalam kiprahnya yang panjang yang dibuktikan dengan jumlah sanksi kartu yang dia bisa.

  1. Sergio Ramos( 26 kartu merah)

Dari puncak sampai titik nadir, Sergio Ramos sudah menyaksikan seluruh urusan ini sepanjang berkarier di dunia sepak bola. Jelas jadi, walau sebagai salah satu pemain bertahan optimal dalam sejarah Real Madrid, yang sudah memenangi segalanya salah satunya adalah keempat trofi Liga Champions yang mencengangkan, performa Ramos tak selalu dinilai indah.

Walaupun merasa yakin bahwa bakal penguasaan bola dan diberkati dengan passing, distribusi, dan keahlian tackling yang luar biasa, Ramos mampu sebagai begitu agresif dan kerap kali terpaksa mengeluarkan biaya mahal atas pergerakannya tersebut.

Pilar di barisan pertahanan Real yang juga sudah melesatkan sebagian gol krusial untuk tim, Ramos mampu sebagai pemain sepak bola luar biasa di satu detik dan yang jelek di detik selanjutnya. Dirinya ialah nama terbesar dalam mendaftar ini dengan raihan kartu merah mencengankan 26 buah!

Sergio Ramos García( pengucapan bahasa Spanyol (lahir 30 Maret 1986) ialah pemain sepak bola profesional Spanyol yang tampil sebagai pemain bertahan tengah dan sebagai kapten di tim La Liga, Real Madrid dan skuat nasional Spanyol. Dirinya juga tampil sebagai pemain bertahan kanan di awal berkarir.  Dipuji sebagai salah satu pemain bertahan terhebat dalam sejarah olahraga ini, dia sudah menyambut pujian atas kepelatihan dan kemampuannya dalam melesatkan gol.

Sesudah keluar lewat akademi belia Sevilla dan menjalani kedua musim dengan skuat senior, Ramos gabung ke Real Madrid pada musim panas 2005. Semenjak saat itu, dia sebagai andalan Real Madrid, dan sudah memenangi 22 penghargaan inti, salah satunya adalah lima title La Liga dan keempat title Liga Champions UEFA, sebagai salah satu pencetak gol paling banyak La Liga dari peringkat bertahan selama. Dirinya menjalani posisi krusial dalam membangun empat kemenangan Liga Champions UEFA, yang disebutkan dalam kompetisi Skuad of the Season setiap saat. Dirinya juga melesatkan gol penyeimbang skor di menit ke- 93 dari Final Liga Champions UEFA 2014.

Ramos sudah dinobatkan sebagai FIFPro World11 sebelas kali; catatan untuk satu pemain bertahan, dan yang ketiga paling banyak sepanjang sejarah. Dirinya juga sudah terpilih ke dalam Skuat UEFA of the Year sembilan kali, juga catatan sebagai pemain bertahan dan pemain ketiga paling banyak. Disamping itu, Ramos dinobatkan sebagai Pemain bertahan Optimal La Liga sebanyak lima kali, dan sebagai Skuat Optimal La Liga Musim 2015- 16.

  1. Gerardo Bedoya( 46 kartu merah)

Gerardo Alberto Bedoya Múnera( lahir 26 November 1975 di Ebéjico, Antioquia) ialah pensiunan pemain sepak bola Kolombia. Dirinya mulai sebagai pemain bertahan namun dirinya juga tampil sebagai midfielder bertahan selama. Dijuluki” binatang buas”,

saat ini dia memegang catatan untuk kartu merah paling banyak( 46) yang diterima oleh pemain mana juga dalam sejarah performa.

Sebuah kali, dalam derby Bogota, Bedoya mendapat larangan bermain sejauh 15 laga sesudah menyikut dan menendang kepala saat melawan. Itu ialah yang ke- 41. Mampu dibilang, dia bukan tipikal orang yang belajar dari blunder, menambahkan lima lagi untuk mencapai puncak piramida rasa malu ini.

Karir klub

Bedoya mengawali karier profesionalnya dengan Deportivo Pereira pada tahun 1996. Dia pindah dengan Deportivo Cali pada tahun 1998 di mana dia sebagai bagian dari squad yang memenangi title liga pada tahun 1998.

Pada tahun 2001, Bedoya gabung ke Argentina di mana dia tampil untuk Racing Club de Avellaneda, membawa tim tersebut untuk memenangi turnamen Apertura 2001. Pada tahun 2004, dia pindah dengan Colón de Santa Fe dan pada tahun 2005 dia gabung ke Boca Juniors di mana dia cuma tampil 3 laga( seluruh di Copa Libertadores) sebelum gabung ke Meksiko untuk tampil untuk Puebla F. C..

Pada tahun 2005 Bedoya kembali ke Kolombia untuk tampil untuk Atletico Nacional dan pada tahun 2006 dia pindah dengan Millonarios. Sesudah dirinya pernah hengkang sebentar ke Envigado F. C.. Namun lantas pindah dengan Boyacá Chicó F. C. untuk musim 2010.

Pada 2011, Bedoya meneken kontrak satu tahun dengan Independiente Santa Fe.

Bedoya mempunyai aib sebagai pemain sepak bola profesional dengan kartu merah sering sekian atas namanya( 46 kartu merah).

Dalam derby Bogota antara Independiente Santa Fe dan Millonarios pada tanggal 23 September 2012, dia menyambut kartu merah ke- 41 dalam performa profesional, diusir keluar lapangan mengingat sikunya dan sepakan ke kepala ditujukan pada pemain Millonarios Jhonny Ramirez.

Pelanggaran itu juga membuat dirinya mendapat larangan bermain sejauh 15 laga selanjutnya. Bedoya sudah dikeluarkan sebagian kali semenjak itu.